5 cm : Yang Terlewatkan


"Sesuatu yang tidak pasti di dunia ini adalah ketidakpastian...Dan Tuhan memelihara ketidakpastian itu pada seluruh umat manusia agar manusia terus belajar, terus bermimpi dan ujung-ujungnya kita akan kembali pada-Nya." (Zafran dalam 5 cm, Donny Dhirgantoro)

"Itulah mengapa Tuhan memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih. Itulah mengapa Tuhan sayang sama makhlukNya. Ia menjaga tingkat ketidakjelasan-Nya, ketidakjelasan alam semesta ini dengan ketidakjelasan dan ketidakpastian, supaya kita terus belajar tentang apa saja hingga akhirnya kita bermuara pada-Nya." (Riani dalam 5 cm)

Baru saja saya menyelesaikan membaca novel 5cm ini. Ya, saya tahu memang telat sekali. Apalagi ketika membaca di halaman depan bahwa novel ini dicetak pertama kali pada tahun 2005. Ke mana saja saya selama tujuh tahun ini? Saya akui memang, hobi membaca yang ada di SD mulai menghilang sejak SMP lalu lanjut ke SMA. Ketika kuliah pun saya masih belum ngeh untuk kembali membaca, hingga adalah seseorang yang menyadarkan bagaimana hebatnya membaca itu.

Dan memang benar, membaca itu berbeda dengan menonton film. Ada imajinasi tersendiri yang lebih kompleks daripada menonton. Membaca menurut saya hampir sama dengan mendengarkan lagu, hanya dalam membaca ada lebih banyak informasi menyeluruh yang akan didapatkan. Dan kembali lagi tentang novel ini, novel ini memberikan inspirasi yang banyak sekali buat saya, terlepas dari berbagai lirik lagu yang ada (hidup Damon Albarn dan Thom Yorke! :D), quotation tokoh-tokoh terkenal, atau dialog sekenanya (yang kadang-kadang membuat pusing juga :P). Dan yang terpenting lagi, novel ini membuat saya dan mungkin pembaca-pembaca lainnya terinspirasi untuk bermimpi. Jujur, memasuki semester tujuh ini membuat saya takut, tidak hanya soal kuliah, tapi juga tantangan-tantangan baru lainnya yang harus dan akan dihadapi. "But, man gotta do what man gotta do", ya kan?  Begitu kutipan yang sering ada di buku ini.

Novel ini juga memberikan gambaran kepada saya mengenai mimpi-mimpi yang ternyata sudah lama saya lupakan untuk kembali saya bangunkan dan realisasikan, pun juga menyadarkan saya bahwa menjadi diri sendiri itu adalah sebuah kemerdekaan yang tidak bisa dibeli. Dan pada orang yang menyadarkan saya untuk kembali membaca itu, saya berhutang banyak.

"Sebaik-baiknya manusia adalah dia yang dapat bermanfaat bagi orang lain." (5cm)

So...come what may. The world is my oyster...

Comments

Tsabita said…
5 cm ? mahameru ? monggo mampir ke blog ku sin ;) live report hhe http://tsabitabee.blogspot.com/2012/09/journey-to-3676-mdpl-aku-padamuu-semeru.html
5 cm ? mahameru ? monggo mampir ke blog ku sin ;) live report hhe http://tsabitabee.blogspot.com/2012/09/journey-to-3676-mdpl-aku-padamuu-semeru.html